Bab. 37

1336 Words

Nayla sudah di rumah Ben, kembali ke kamar pria itu seperti sebelum ia diungsikan ke Serang. Gadis itu bersyukur ia tidak sampai mati di gudang itu. Kamar Ben tidak ada yang berubah, tata letak perobatnya masih seperti semula, sambil duduk di sofa di dekat jendela Nayla mengingat Aris. Nayla menghela napas berat dan panjang. Ia memejamkan mata, betapa perjalanan hidupnya begitu lara. Aris, pria yang pernah ia cintai. Ia banggakan di depan teman-temannya. Ia kagumi karena profesinya sebagai desainer ternama. Saat itu, Nayla berharap Aris lah pria yang akan menjadi pendamping hidup. Cinta Nayla setulus itu, walau dianggap matre, tapi ia tetap setia pada satu pria saja. Aris. Dada Nayla terasa sesak. Saat mengingat Aris melucuti pakaiannya, menarik tangannya, membisikkan kata-kata cinta da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD