“Dia mengigau,” ucap Tama saat mendengar celotehan Alana saat matanya terpejam. “Lana, bangun, Sayang.” Tama mengusap lembut pipi Alana karena anak itu terlihat gelisah sampai berkeringat. Alana membuka matanya, lalu menangis. “Paman, aku melihat ayahku datang,” kata Alana. “Lalu kenapa kamu menangis?” tanya Tama, “apa dia membuatmu sedih?” Alana menggeleng sambil menangis. “Aku belum sempat melihat wajahnya, tapi Paman sudah membangunkan aku.” “Ya Tuhan, kalau begitu tolong maafkan Paman.” Tama mengatupkan kedua tangannya sambil memohon maaf pada anak itu. “Tadi kamu terlihat gelisah, jadi Paman membangunkan kamu.” “Tidak apa-apa, Paman. Aku tidak marah padamu.” Alana tersenyum sambil memegang tangan Tama. “Tadi ayahku mau membawa aku pergi, tapi aku tidak mau berpisah dengan Ibu, Al

