Prolog
Jodoh dan jalan hidup seseorang adalah misteri yang tidak akan pernah diketahui-- begitupula jodoh maupun jalan hidup dari dokter cantik Nayla Persada Utami.
Setelah sang ibunda wafat beberapa tahun silam, Nayla fokus mengurus abahnya. Kakak kembarnya mbak Nanda dan mas Nando juga sudah memiliki jalan hidup masing-masing.
Mbak Nanda Putri Utami sudah menikah dan diboyong sang suami ke Palembang. Sekarang sudah memiliki seorang putri kecil yang cantik--Aisyah.
Sedangkan mas Nando Hutomo Putro hingga saat ini masih single karena sibuk mengurus percetakan milik abah.
Nayla yang merupakan putri bungsu, sangat dekat dengan abahnya. Dia tidak ingin jauh dari Abah. Dia memutuskan untuk kuliah kedokteran karena amanat sang ibunda yang ingin Nayla menjadi dokter. Alhamdulillah selama ini Nayla mendapat beasiswa jadi bisa meringankan beban abahnya.
Berulang kali sang Abah bertanya perihal pernikahan tapi hingga saat ini Nayla belum juga memutuskan menikah diusia yang ke 24 tahun. Entah apa yang dipikirkan dokter cantik tersebut. Apakah masa lalu dengan sahabatnya yang belum dilupakan atau memang karena belum menemukan jodoh yang tepat untuk dirinya.
" Nduk, Abah gak maksa kamu buat cepat-cepat nikah,tapi bukankan sesuatu yang baik harus disegerakan to? Kamu mau cari apa lagi? Udah jadi dokter. kamu gak usah khawatir sama Abah, justru kalau kamu udah ketemu jodoh, Abah udah lega"
" Iya Abah, insyallah kalau dalam waktu dekat ini ada yang melamar Nayla, mungkin itu jodoh yang dikirim Allah untuk Nayla "