Kembar Tapi Beda - 32

1336 Words

Dewa mempercepat langkah, tak ingin kehilangan jejak wanita yang berjalan tak begitu jauh darinya. Wanita berambut sebatas bahu yang diombre warna abu-abu dan ungu itu tampak sesekali melarikan pandangan pada penunjuk waktu yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Terlalu fokus menatap sosok yang Dewa yakini sebagai calon istrinya, membuat pria itu tak menyadari ada seorang wanita paruh baya yang juga terburu-buru berjalan dari arah berlawanan.  Bruk! "Astaga!" Seru wanita paruh baya tersebut yang terkejut. Terlebih, melihat kantung plastik hitam berisi beberapa buah-buahan seperti jeruk, apel, dan pir yang dibawanya kini berserakan di atas lantai. Dewa tak kalah terkejutnya, ia bergegas berjongkok untuk ikut memunguti satu persatu buah-buahan milik ibu tersebut yang menggelinding k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD