18

1137 Words

CHAPTER 18 Tepat selesai maghrib Ryan keluar dengan mata yang berkaca kaca dan tampak aura kebahagiaan diwajahnya “Laki laki” ucap Ryan pada semuanya, Rayhan langsung memeluk Ryan dan tersenyum tak lupa ia memberi selamat “Selamat mas” ujar Rayhan, ia menyeka air mata harunya “Aku mau liat udah boleh pa?” Tanya Kayla tak sabaran “Nanti ya sayang, kalau mama udah pindah ke ruang inapnya” Bu Astrid tersenyum bahagia menampakan keriput di dekat matanya, lalu beliau menangkup kedua pipi Ryan dengan tangannya “Selamat ya mas” Ryan memeluk ibunya, setelah itu kedua mertuanya. Merekapun terlibat dalam obrolan tentang persalinan Laras tak terkecuali Rayhan Saat sedang mengobrol, ponselnya berbunyi dan iapun sedikit menjauh dari tempat berkumpul tersebut “Ya Hallo Ni?” Sapa Rayhan pada se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD