PART 45. PEMBUAT ONAR?

1981 Words

Nathania pun mengangguk mengerti dan kembali lega saat mengetahui bahwa Deehan baik-baik saja. “Apa dia sudah pergi sejak tadi?” tanya Nathania kembali. “Iya! Sudah sejak tadi” balas Sischa membenarkan. “Baiklah! Aku akan menunggu di café depan kantor saja—kalau nanti kamu bertemu dengannya katakan padanya kalau Aku menunggunya di café dan dia harus datang menemui ku, okay?!” pinta Nathania. Sischa mengangguk paham sebelum Nathania meninggalkannya lebih dulu untuk menuju lift. Lift itu berhasil membawa Nathania tiba di loby perusahaan, berjalan dengan sepatu hak tingginya menuju pintu utama Capitaland. Suasana di Capitaland masih terlihat padat mengingat jam operasional perusahaan yang aktif. Nathania berjalan dengan angkuh tanpa melirik siapapun yang ada di samping kanan dan kirinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD