Chapter 10

1333 Words

Bab 10 Hilang Dalam Sekejap “Siapa b******n yang sudah menghamilimu, Anita?! Kamu benar-benar wanita tidak tahu diri! Suami mencari nafkah, kamu malah berhubungan dengan laki-laki lain!” bentak Ayah Anita begitu Fahri pergi dari rumah mereka. Laki-laki paruh baya itu berdiri berkacak pinggang di depan putri sulungnya yang masih duduk bersimpuh di lantai. Anita diam tidak menjawab. Ia benar-benar takut menghadapi ayahnya yang terlihat sangat marah besar. “Kenapa mulutmu diam saja, Hah?! Jawab …!” teriak ayahnya lagi sambil mengacung-acungkan tangannya dengan wajah merah padam. “A-andi pacarku, Ayah.” Anita menjawab dengan suara bergetar karena takut. Dilihatnya sang ibu meski diam saja, tapi sorot matanya menatap tajam penuh amarah sama seperti ayahnya. “Bikin malu orang tua saja! Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD