Chapter 12

1237 Words

Part 12 Maut Mengintai Sang Ibu Fahri keluar dari kamarnya sekitar pukul delapan pagi. Rasa lapar membuat dia langsung menuju meja makan. Aroma nasi goreng yang menguar membuat laki-laki berwajah ganteng itu segera duduk di kursi makan. Cacing-cacing di perutnya sudah bernyanyi-nyanyi karena belum diisi apapun sejak pagi tadi. “Hm … Nasi goreng buatan ibu memang paling menggoda selera,” pikir Fahri bersiap untuk menyendok ke mulutnya. “Ini kopi panasnya, Bang.” Suara Anita membuat Fahri urung memasukkan makanannya ke mulut. “Bagaimana nasi goreng buatan aku, Bang? Enak kan? Abang kan suka sekali nasi goreng buatanku dulu.” Anita sambil tersenyum menghampiri Fahri sambil membawa segelas kopi yang sudah dibuatkannya berapa saat yang lalu. Kopi yang dimasukan ke dalam termos kecil beruku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD