Elvin terpaksa membuka mata ketika merasakan silau matahari pagi lewat sela-sela tirai kamarnya. Entah semalam ia baru bisa tertidur hingga jam berapa hingga menyebabkan pagi ini ia terlambat bangun. “Udah bangun hmm…?” suara berat Ervan menyapanya dari arah belakang. Elvin sontak berbalik dan menaikkan selimut hingga batas dagu. Seingatnya, semalam Ervan tidur di kamar tamu yang berseberangan dengan kamarnya. Tapi kenapa… pagi ini Ervan masih saja berkeliaran di rumahnya? malah dengan santainya duduk di sofa tunggal dalam kamar Elvin yang menghadap pintu kaca penghubung kamar dengan taman kecil yang sengaja ia buat untuk menghilangkan jenuhnya. “Kamu ngapain di kamar aku?” tanya Elvin gelagapan dengan mata yang masih menyipit menahan kantuk. “Kan udah aku suruh pulang subuh-subuh tadi

