27 | Rumah yang Sebenarnya

1799 Words

“Mbak Elvin saya pamit pulang ya? makan malam buat mbak sudah saya siapkan, nanti kalau mbak makan kemalaman tinggal dihangatkan saja.” pamit bi Yuyun ketika Elvin sedang fokus memindai foto-foto hasil jepretannya saat di pameran lukis Cendana Kasih kemarin siang. Elvin melirik sekilas ke arah jam digital yang terletak di atas meja kerja, masih menunjukkan pukul setengah empat sore. Namun karena Elvin sudah mempersilahkan bi Yuyun untuk pulang lebih awal selama Malika tak berada di Bali dan semua pekerjaan di rumah Elvin ia selesaikan dengan baik, jadi tak heran jika perempuan paruh baya tersebut sudah berpamitan padanya. “Di luar masih hujan bi.” Elvin mengingatkan bi Yuyun yang masih berdiri di samping pintu ruang kerjanya. “Nggak apa-apa mbak, saya sudah dijemput anak saya di luar. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD