35 | Bukan Drama

1781 Words

"Aku sudah lelah memerangi takdir Oma.." desah lirih Irina ketika ia menghabiskan malam di balkon samping kamarnya di rumah besar sang nenek. Tama sudah terlelap sejak satu jam lalu, jadi sekarang ia bebas berbincang apapun dengan Oma Ranti, satu-satunya keluarga yang masih ia miliki. "Sudahlah aku menyerah saja ya, tapi.. sebelum aku melepaskan bang Ervan. Aku ingin membuatnya menyesal sekali saja karena sudah mengabaikan aku yang bertahun-tahun menantinya membuka hati." “Maksudnya?” oma Ranti mengerutkan kening saat menatap mata sang cucu lekat-lekat. “Oma…  sepuluh tahun aku mencoba bertahan dengan kerasnya hati bang Ervan. Sepuluh tahun aku berkutat dengan perasaan tak berbalas yang menyedihkan.” Irina menjeda kalimatnya ketika salah satu tangannya meletakkan cangkir kecil yang isi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD