36 | Rujuk Dong

1613 Words

"Kenapa gak hubungi aku kalau Malika sakit malem-malem El?" tanya Ervan setelah memastikan Malika tertidur pulas. "Haruskah?" lirih Elvin tanpa menatap Ervan sekalipun. Ia takut, sangat takut jika dengan menatap pria itu hatinya akan kembali lemah dan takluk dengan semua perkataannya. "Aku bisa sendiri Van. Sudah biasa." sambung Elvin pelan. "Tapi waktu itu kan kamu sendirian, tengah malam pula." jangan tanyakan dari siapa Ervan tau informasi ini. Karena ia hanya harus mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah untuk mendapatkan segala informasi Yabg ia butuhkan asisten rumah tangga Elvin. "El..." panggil Ervan lagi ketika mengetahui Elvin masih bergeming mengamati jemarinya yang saling bertaut. "Kita harus hentikan semua ini Van." Elvin masih tak mengalihkan pandangan dari jema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD