37 | Yang Benar Saja

1578 Words

Ervan baru saja menyelesaikan Matcha Panna Cotta-nya ketika Agung, salah satu pegawainya memanggil dari arah depan. “Chef, ada bu Irina di depan.” ucapnya sambil mengarahkan ibu jari ke arah meja-meja customer di sisi selatan Miracle taste. "Irina?" Ervan menaikkan satu alisnya. "Iya chef, katanya gak mau nunggu di ruangan atas, jadi Bu Irina nunggu di depan." Agung menunjuk ke arah meja. "Sendirian?" Ervan cepat-cepat mencuci tangannya. Ia sangat tau kalau istrinya itu tak suka menunggu terlalu lama, jadi ia bergegas merapikan apron dan meletakkan perlengkapan masaknya. "Iya chef sendiri aja." Irina sangat jarang kemana-mana sendirian, kecuali jika Tama sedang rewel dan tak mau diajaknya bepergian. Bisa jadi putra sulungnya itu sedang asik bermain di rumah Oma Ranti. "Oke, saya seger

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD