Renita menatap Reksa yang duduk di tengah tengah antara dirinya dan Liona yang berhadapan.
"Kebanyakan?" Reksa menggelengkan kepalanya pada Liona yang tengah mengambilkan sepiring nasi goreng.
Renita menatap anak nya heran. Pasalnya Reksa anti sarapan apalagi nasi. Reksa tak pernah mau menyentuh nasi, paling hanya roti.
"Kamu kenapa?" heran Ibu.
"Apa?"
"Tumben mau sarapan, sama nasi pula." Reksa hanya tersenyum simpul.
"Dia ga pernah mau sarapan apalagi makan nasi Li." Liona tersenyum kala Reksa menyendok kan sesuap nasi goreng ke mulut nya.
"Mulai hari ini enggak lagi Ibu." Renita mengacung kan jempol pada Liona.
Ketiga nya lalu sarapan bersama.
"Enak Li. Kamu belajar dimana?" Liona menggeleng pada Renita.
"Liona nggak belajar dimana mana, Liona cuma lulusan SMA. Liona cuma browsing aja." Renita menggeleng.
"Kamu harusnya jadi chef sayang." Liona terkikik.
Ketiga nya lalu sarapan bersama sesekali Renita bertanya atau berbincang kecil dengan Liona.
"Mas, nanti Liona ke cafe ya?" kata Liona ijin pada Reksa.
"Lo udah nggak cape?" Liona menggeleng.
"Terserah." kata Reksa.
Liona lalu memberikan tas milik Reksa dan mengulurkan tangannya pada sang suami.
Reksa hanya diam mengamati tangan Liona, bingung.
"Salim." kata Liona membuat Reksa mendekat kan tangannya perlahan yang langsung Liona tarik ke keningnya.
Reksa terlihat sedikit shock namun Liona malah tersenyum manis padanya.
"Hati hati di jalan Mas." Reksa mengangguk lalu masuk ke mobil dan menjauh dari pekarangan rumah.
"Astaghfirullah!" Liona mengelus d**a nya kala Renita ternyata mengintip dari balik pintu.
"Apa dia selalu cuek padamu?" tanya Renita yang Liona gelengi.
"Tidak Ibu." Renita menatap Liona tak percaya.
"Katakan pada Ibu kalau dia macam macam denganmu Li."
"Mas Reksa selalu baik dengan Liona, Ibu." kata Liona tersenyum manis yang entah kenapa membuat Renita percaya bak hipnotis.
Liona lalu kembali ke kamar, bersih bersih dan mengganti spreinya.
Sprei berwarna hitam membuat Liona sedikit tak nyaman. Liona akan menggantinya berwarna putih saja.
Liona lalu mengirimkan sebuah pesan pada Reksa yang bertanya apakah boleh. Liona masih berpikir ini semua milik Reksa, dan dia hanya menumpang.
Disisi lain. Reksa yang baru saja sampai di kantor langsung membuka pesan yang Liona kirim.
Namun pria itu terlihat kembali memasukkan ponselnya tanpa membalas chat yang Liona kirim kan.
Saat Reksa masuk ke kantor. Beberapa karyawannya langsung mengucapkan selamat pada Reksa karena sudah menikah.
Reksa diam sejenak sampai akhirnya dia ingat kalau ia menyuruh Yaya untuk menyebarkan berita itu.
Ucapan itu membuat Reksa tersenyum sepanjang lorong kantor hingga masuk ke ruangannya.
"Gimana Pak? Saya hebatkan?" kata Yaya yang sudah ada di ruangan Reksa tengah membuka berkas berkas.
"Good job!" gadis itu terlihat senangkala Reksa memberikan jempol pada nya.
"Jadi, nanti siang saya boleh makan di luar ga pak?" Reksa yang baru saja duduk di kursi tahta nya langsung menatap Yaya malas.
Namun Yaya malah menatap Reksa menggemaskan berusaha mencairkan hati Reksa.
"Sama pacar kamu?" Yaya mengangguk.
"Satu jam."
"Makasih Pak!" senang Yaya.
Reksa melirik Yaya sekejap lalu menggeleng tak habis pikir. Pria itu lalu menandatangi berkas berkas yang sudah Yaya siapkan sembari mendengar cerita Yaya tentang nya dan pacar nya.
Memang hanya Yaya yang berani dengan Reksa. Bahkan gadis itu sudah Renita kenal. Karena terkadang Yaya ke rumah nya, namun bersama sang kekasih tentunya.
Yaya menang sudah bak adik bagi Reksa. Entah kenapa jika Yaya yang bercerita panjang lebar, protes atau merayu Reksa. Pria itu tak pernah marah.
"Bapak gimana malam pertama nya?"
"Cape."
Yaya membulatkan matanya. Pikiran nya sudah Travelling ke mana mana. Padahal yang Reksa maksud cape adalah karena terus berdiri berjam jam.
"Ya, potong sana rambut kamu." kesal Reksa kala Yaya terus terus menyentuh rambut panjang nya.
"Pak, ini mau saya panjangin sampe b****g biar keren." kata Yaya.
"Saya botakin ya Ya?" Yaya mengerucut kan bibir nya.
"Bapak jahat banget sih, kan sayang udah panjang segini lurus lagi." kata Yaya menatap rambut nya.
"Potong sebahu kayak Liona."
Reksa terdiam sebentar kala ia tiba tiba mengucapkan kata Liona.
"Bapak, habis nikah langsung Liona Liona." kikik Yaya.
Reksa berdehem namun Yaya malah tergelak.
"Tenang Pak, sama Yaya one hundred percent rahasia terjaga!" kata Yaya percaya diri.
"Kalau ada yang bocor, langsung pecat." Yaya mendelik.
"Suwer!" kata Yaya mengangkat tangannya yang berpose peace
Disisi lain.
Liona sudah sampai di cafe nya. Renita? wanita itu ada acara bersama jeng jeng rempong lainnya.
Padahal kemarin bertemu sampai malam. Sekarang mereka bertemu lagi, yang Liona herankan. Kenapa Renita tak lelah?
Liona menyapu lantai sembari memutar lagu barat, gadis manis itu lalu membersihkan meja.
Setelah semua selesai. Liona duduk di kursi sembari bermain ponselnya.
Lalu Liona penasaran dengan chat yang ia kirim ke Reksa. Bibir Liona langsung tertarik ke bawah kala melihat Reksa membaca chat nya namun tidak membalas nya.
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
Sore nya.
"Mas kenapa kesini?" heran Liona kala Reksa yang masih dengan setelan kantor masuk ke cafe nya.
"Jemput kamu." kata Reksa lalu masuk ke dalam untuk istirahat, meninggalkan Liona yang tengah melayani pembeli.
Pria itu lalu memilih merebahkan dirinya di ranjang milik Liona.
Namun kala Reksa menutup mata, suara ramai pengunjung semakin keras.
Reksa lalu bangkit, duduk sebentar lalu berjalan mengintip ke arah Liona yang bolak balik sembari sesekali menghapus peluh nya.
Reksa menghela napas nya.
"Gue bantuin." kata Reksa membuat Liona menatap nya heran.
"Cepet."
"Oh!" Liona langsung membuatkan pesanan pembeli dengan cekatan sedangkan Reksa yang mengantarkan pesanan nya.
Sampai pada akhirnya. Liona dan Reksa berakhir merebahkan diri mereka di ranjang cafe setelah Liona menutup cafe.
"Makasih Mas." Reksa hanya berdehem namun itu cukup membuat Liona tersenyum.
Liona lalu bangkit, namun Reksa menyeretnya hingga ia terjatuh tepat di atas d**a Reksa.
Keduanya saling diam sebentar. Sampai akhirnya Reksa mengelus punggung Liona.
"Gini dulu, sebentar."
JANGAN LUPA IKUTI I*STAGRAM @QUEENDEEII DAN WAT**AD DEE @QUEENAADEE(QUEENDEE)
DOAKAN DEE YA BISA MENJADI PENULIS TERKENAL SUATU SAAT NANTI. AAMIIN AAMIIN.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA CERITA DEE. MAAF JIKA TIDAK SESUAI EKSPETASI KALIAN.
DANK U ALL SUKSES SELALU