"Aku menembak Luke. Apa yang harus aku lakukan?" berbisik pada seseorang di telepon. Keringat dingin membasahi wajahnya. Jantungnya berdetak kencang. "Apa maksud kau? kau menembak Luke? jadi Luke ada di sana? kenapa kau melakukan itu? apa dia ingin menyakiti kau?" Isabella mengigit bibirnya kuat, hatinya sangat gelisah seperti seseorang yang baru saja membunuh. "Aku sangat membencinya jadi aku nggak sengaja menembaknya." "Kau terlalu gegabah Isabella. Kalau Bill tahu soal ini, dia pasti akan mengejar kau sampai ke ujung dunia." "Apa yang harus aku lakukan, Ayah? Aku sangat takut." "Bagaimana kabarnya, apa dia mati? dan apa ada saksi mata saat kau melakukannya?" Isabella menelan ludahnya, napasnya memburu. "Aku tidak tahu. Aku langsung pergi setelah menembaknya tapi saat itu hanya ad

