HF [24]

1179 Words

Kalau semudah itu, mungkin pagi-pagi buta aku sudah ada di antrean paling depan bengkel. Kalau ada yang menyayangkan kenapa aku nggak menyatakan perasaanku sebelum Arga melamar Karin, mungkin memang harus kuakui sebagai kesalahanku. Sebelum dengan Karin, Arga sudah beberapa kali pacaran. Selama itu, aku nggak pernah merasa insecure. Aku tahu Arga nggak pernah serius dengan hubungannya. Dia masuk kategori cowok yang menyadari: gue-tahu-gue-ganteng-dan- belum-ada-niat-mau-serius. Dia sendiri yang bilang saat aku mencibir hobinya berganti pasangan dalam waktu singkat. That's why, ketika suatu hari dia bilang dia punya pacar baru bernama Karin, aku pun nggak terlalu ambil pusing. Who knows that person could change in an instant? Namun, mungkin itu kesalahan terbesar yang pernah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD