HF [25]

1009 Words

"Ya, ya, ya," sahut Iris mulai bete. Iris pun mengibaskan tangan dan memasang raut wajah tidak peduli. "Akan gue kerjakan sekarang. Silahkan lo kembali ke habitat lo di sana, Kenneth." Kenneth mendengus lagi. Heran, mungkin hobinya memang mendengus, memasang raut wajah datar nyaris masam, dan mengeluarkan kata-kata dingin bercampur pedas yang sensasinya bikin ngilu sepanjang waktu. Setengah hati, Iris kerjakan juga laporan yang diminta oleh, Kenneth daripada melayaninya barusan. Tapi, semakin Iris memelototi layar komputer, semakin jelas terpampang senyuman Gwen semasa kuliah dulu. Aku yang mulai frustasi, langsung mengerang pelan dan memejamkan kedua mata. Oke, rileks. Tarik napas, buang perlahan... tarik napas, buang perlahan. "Ngapain? Latihan melahirkan? Udah ada calon buat dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD