HF [26]

975 Words

Kenneth mendengus lagi. Heran, mungkin hobinya memang mendengus, memasang raut wajah datar nyaris masam, dan mengeluarkan kata-kata dingin bercampur pedas yang sensasinya bikin ngilu sepanjang waktu. Setengah hati, Iris kerjakan juga laporan yang diminta oleh, Kenneth daripada melayaninya barusan. Tapi, semakin Iris memelototi layar komputer, semakin jelas terpampang senyuman Gwen semasa kuliah dulu. Aku yang mulai frustasi, langsung mengerang pelan dan memejamkan kedua mata. Oke, rileks. Tarik napas, buang perlahan... tarik napas, buang perlahan. "Ngapain? Latihan melahirkan? Udah ada calon buat diajak naik ke pelaminan, emang?" Sialan si Harvey! Iris mengabaikan tawa meledek yang keluar dari mulut si rese di sampingku itu, lagi di kampus memang, kalo kerjain di rumah yang ada Iris

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD