Luna tak pernah tahu bahwa ciuman itu bisa membuatnya terbuai. Otaknya jadi lumpuh dan nggak bisa memikirkan hal-hal lain. Baru pertama kali dia merasakan sensasi seperti ini. Padahal yang bersentuhan hanya bibir saja. Kok bisa seluruh tubuhnya jadi ikut gemetaran? Namun tiba-tiba saja, Luna merasakan sensasi yang aneh dari perutnya. Sepertinya ada sesuatu yang mengalir di bawah sana. Luna mengenali rasa kram di perutnya ini. Dia harus berhenti sekarang! Itulah yang ada dipikirannya, tapi reaksi tubuhnya justru menunjukkan sebaliknya. Dia malah mendekap Arya erat-erat. Kenikmatan ini rasanya terlalu sayanh kalau harus dilewatkan. Luna terkesiap merasakan tangan kiri Arya yang mulai menyusup ke balik bajunya dan meraba pinggangnya. Dia langsung kalang kabut dan melepaskan diri. "Tu-tunggu

