5 tangkai mawar dibawa masuk oleh Elea ke dalam ruang isolasi menjadi peneman yang sempurna bagi dirinya. Sejak dari taman tadi, Elea tidak berhenti tersenyum. Senyumnya begitu rekah berlomba dengan rekahnya mawar yang ada di dalam genggaman. Bagaimana Elea tidak merasa tersanjung, bunga-bunga itu dipetik langsung oleh suaminya yang kejam dan beberapa momen benar-benar membuat Elea merasa memiliki harapan walaupun hanya setitik kecil saja. "Dia terus mengulur waktu untuk menghabisi aku, aku rasa dia pun masih ragu untuk menghabisi gadis manis ini," gumam Elea sambil senyum-senyum. Tumbuh rasa percaya diri di dalam dirinya. Mungkin dugaan Elea bisa jadi benar. Setelah kejadian di taman, Mathias terlihat gelisah. Kembali ke dalam kamarnya, ia hanya mondar mandir mencoba menyibukan pikira

