Elea mengayunkankan langkahnya ke arah di mana kamar Mathias berada. Sepertinya ia tak main-main, ia sangat menginginkan mawar-mawar itu. Mathias keheranan dan mulai menegakkan tubuhnya seperti tanda waspada saat gadis manis itu berjalan ke titik yang sejajar dengan balkon kamarnya. Elea adalah satu-satunya objek yang Mathias perhatikan dari sekian banyak keindahan yang tersaji di taman itu, tapi otaknya tetap memerintahkan matanya untuk memperhatikan istrinya itu. Elea menengadahkan wajahnya sehingga Mathias bisa semakin jelas melihat kecantikannya dari arah balkonnya itu. Amarah yang setiap saat bergejolak seakan padam walau sedikit, sosok Elea yang periang dan begitu cepat melupakan kesedihan membuat Mathias merasa penasaran dan tercipta rasa ingin mengenalinya sebelum ia benar-bena

