Kecoa

1702 Words

"Rumah kamu di mana?" tanya Abraar, Lany tersenyum karena merasa lampu hijau dari Abraar sudah menyala tapi di saat bersamaan dari kejauhan dia melihat ada sebuah taksi berwarna biru mendekat dan taksi itu tidak berpenumpang. "Aduh, aduh ... kaki aku ternyata lebih sakit," kata Lany sambil berlagak ingin menggunakan kakinya untuk melangkah, gadis itu melepaskan sepatu berhak tingginya dan tujuannya untuk menarik perhatian Abraar terwujud, Pemuda itu memperhatikannya hingga tidak melihat saat ada taksi melintas, "aku ngekost di jalan Jambu." "Em ... ya udah deh, masuk," kata Abraar mempersilakan Lany untuk menumpang padanya saat mengetahui di mana Lany tinggal, Abraar memang melewati jalan jambu jika ingin pulang ke apartemen. "Makasih, ya Pak," kata Lany dengan senyum manisnya, wanit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD