ngambek

1547 Words

"Tapi aku harus segera pergi," kata Abraar karena teringat untuk segera pulang, pemuda itu bahkan merasa sekarang sudah sangat terlambat untuk memasak. Lany menatap Abraar dengan mata berkaca kaca membuat pemuda itu merasa tidak enak hati, "tapi aku usah susah susah masakin ini buat kamu loh, aku masak dua." Abraar akhirnya mengalah dan duduk di kursi yang ada di depan meja makan berbentuk memanjang di dapur minimalis dengan konsep seperti meja bar itu. Lany tersenyum melihat Abraar mau memakan mie instan buatannya. "Makasih ya, buat semua bantuannya, mulai dari nganterin aku pulang, mukul kecoa sampe bersihin kamar aku," kata Lany sambil menatap Abraar yang sedang mengaduk mie instan di mangkuknya dan menarik mie itu ke atas dengan garpu agar cepat dingin dan cepat bisa dia habiskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD