"Kak, Kak Abraar, bangun ih. Tumben banget sih bangunnya duluan aku," kata Bella sambil menggoyangkan kaki sang kekasih yang masih terlelap di ranjangnya, padahal biasanya meskipun di hari libur seperti ini pemuda itu akan bangun pagi dan akan membangunkan sang kekasih. Karena pemuda itu hanya menggeliat sambil bergumam tidak jelas akhirnya Bella lebih mendekat dan menepuk pipi pemuda itu. "Em ... pengen cium!" gumam Abraar menirukan sang kekasih yang pura pura mengigau semalam, Bella malah tertawa mendengarnya. "Ih, enggak kreatif, ikut ikutan aku," kata Bella sambil menepuk pipi Abraar lebih keras karena dia tahu sebenarnya Abraar sudah bangun, Abraar akhirnya terkekeh sambil membuka kedua matanya. "Oh iya, semalem katanya besok kamu mau cerita sesuatu sama Kakak. Sekarang kan ud

