Omen

1527 Words

"Sayang, kakak harus ngapain biar kamu enggak marah lagi, biar kamu enggak ngambek lagi?" tanya Abraar dengan lembut sambil menatap Bella yang melipat tangan di bawah d**a dengan bibir mengatup sebal. Gadis itu menatap lurus ke depan tidak mau beradu pandang dengan sang kekasih yang sedang mengiba padanya. "Kalau aku enggak dateng, apa yang mau Kak Abraar lakukan? Apa yang mau Kan Abraar bilang sama Lany? jangan jangan, Kak Abraar mau ambil bolu spikoe itu dan makan berduaan?" tanya Bella, akhirnya gadis itu menoleh dan menatap sang kekasih tapi dengan tatapan tajam penuh selidik. "Ya nggak, lah, sepanjang jalan dari apartemen ke sini kakak bahkan mikirin bagaimana caranya buat bikin Lany berhenti kerja di kantor ini, tapi secara profesional kakak enggak nemuin alasan yang tepat karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD