Silsilahkeluarga Nathan
Malam-malamku bagai malam seribu bintang
Yang terbentang di angkasa bila kau di sini
Tuk sekedar menemani, Tuk melintasi wangi
Yang selalu tersaji di satu sisi hatii
-DEWA 19-
Nathanio Arya Reksa Dia punya alasan sendiri kenapa tidak begitu menyukai hawa dingin alias kalau di Indonesia itu musim hujan. biasanya melanda setiap bulan Oktober, November dan bulan yang memiliki akhiran Ber, Ber semua. karena apa?
Pertama, Jalan menjadi basah itu sudah pasti. Meski seharusnya musim hujan itu waktu yang tepat untuk menyeduh kopi atau semangkuk indomie penghalau hawa dingin atau lakuin apapun itu untuk menyenangkan diri, Please ya Nathan! Kayak nya cuma kamu aja yang nggak suka hujan.
Aneh banget.
Kedua, Nathan itu tidak suka jika hawa dingin mulai melanda ketika hujan turun. Rasanya ingin pergi ke gurun sahara yang memiliki cuaca hangat karena disana sepertinya sangat cocok untuk nya yang mempunyai alergi dingin. Ketika sudah memasuki musim penghujan, sudah menjadi kewajiban Nathan untuk mengenakan pakaian tebal seperti suku eksimo jika tidak ingin sesak nafas karena suhu yang rendah.
Ketiga, baju yang Mama cuci semuanya terasa lembab meski sudah melalui proses pengering dan setrika. tetap saja baginya itu dingin.
Nathan terlahir dari keluarga sederhana, dia anak bungsu dari tiga bersaudara. Iya, dia punya kakak satu cowok namanya Andika Arya Reksa yang alim banget kelakuannya, sering di panggil bang Dika sama Nathan. dan yang satu lagi cewek namanya Vivian Ariani Reksa jangan ditanya sifatnya seperti apa. Jelas mirip Kak Ross nya Upin-Ipin galakkk nya poll apalagi kalau sama Nathan yang dablek nya nggak ketulungan.
Diluar sana sih memang orang hanya tau Nathan itu terkenal sama sikapnya yang kelewat pendiam. Tapi jangan salah dirumah justru dia tak ubah seperti anak bungsu lain yang manja dan banyak bicara.
"Dek, kamu mau ngampus kan? Ayok bangun kalau mau nebeng sama abang"
Suara berat dari bang Dika adalah suara pertama yang memasuki gendang telinga Nathan saat pertama kali membuka mata.
dia melihat abang nya yang sedang merapikan kancing baju memperjelas jika sudah selesai mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. Semalam, Nathan tidak sengaja tidur di kamar bang Dika setelah keasyikan membaca Novel yang baru saja dia beli saat menemani Mama belanja kebutuhan dapur.
"Tungguin!! Jangan di tinggal, awas aja!" Ucap Nathan lantas menarik handuk yang tersampir di belakang pintu milik bang Dika.
Saat melewati dapur terlihat wanita paruhbaya tengah menyiapkan hidangan pagi untuk anak-anak tercinta. Ketiga anaknya memiliki selera makanan yang berbeda, untuk si bungsu alias Nathan anak itu hanya memakan sepotong roti panggang dengan millo hangat sebagai pelengkap. Lalu anak gadis nya yang hanya meminum jus seledri di campur perasaan lemon sudah sangat cukup, sedangkan si sulung yang lebih suka makanan berat seperti nasi goreng dan secangkir teh manis.
"Heh! Setaan gue dulu yang pake kamar mandi ! gue yang isi air kenapa lo yang pake?!"
"apa sih kunti! Yaudah lu isi lagi apa susahnya? sama adek harus ngalah gue ada kelas pagi mau bareng abang, awas ah!" Nathan terlihat sewot saat Vivian menarik handuk yang melilit lehernya.
"Lu tuh ya kebiasaan banget, nggak ada!! Mandi sana di kamar mandi mama. Enak aja gue yang isi kok"
"Mamaaa..."
Nahkan, senjata terakhir anak bungsu itu merengek dan meminta pembelaan dari mama. sudah menjadi kebiasaan Nathan jika sedang berdebat dengan para kakak nya.
"Kakak.. Biarin aja lagian Adek masuk pagi kamu kan siang, udah ya nanti Mama yang isiin air punya Kak Vivi"
"Ish.. Selalu aja dia dibelain"
"Mama nggak belain siapa-siapa sayang.. Udah dong jangan ngambek anak gadis nggak baik pagi-pagi mukanya asem"
Mama mengusap pipi anak gadis nya pelan saat melihatnya memanyunkan bibir karena perkara rebutan kamar mandi dengan adiknya.
Jangan tanyakan bang Dika sedang apa, beliau yang notabennya pendiam dan berwibawa tentu hanya acuh tak acuh seperti sudah terbiasa dengan kegaduhan dari kedua adiknya hanya karena perkara bak mandi.
Suara cempreng dari Vivian dan rengekan Nathan sudah menjadi makanan nya setiap hari, justru akan terasa aneh jika rumah sepi meski kedua makhluk hidup itu ada dirumah. Jika itu sampai terjadi sudah di pastikan salah satu di antara mereka sedang sakit.
Pasti kalian bertanya-tanya kemana kepala keluarga itu, iya kan?
Nama nya Bapak Adi Reksa Ayah biologis dari ketiga anak itu. Beliau bercerai dengan Ibu Dessry meilany sejak Vivian berusia tiga tahun dan Nathan berusia delapan bulan di dalam perut sang Mama. Seingat bang Dika saat itu dia berusia sepuluh tahun ketika kedua orangtua nya memutuskan untuk berpisah.
Dan akhirnya hingga saat ini Bang Dika menjadi penguat sang Mama dan kepala keluarga untuk adik-adiknya.
"Bang Dika mau nambah? Biar Mama ambilkan"
"Nggak perlu mah.. Sudah cukup, Dika mau manasin mobil dulu sambil nunggu adek mandi"
"Iya udah.."
"Mama mau ke toko jam berapa? Mau bareng sama Abang aja?"
"Nggak deh.. Mama mau berangkat siangan aja, mau ngaso dulu sebentar"
Bang Dika hanya menganggukkan kepalanya sekilas sambil berlalu dari hadapan Mama nya.
Meski single parents bukan berarti Ibu Dessry hanya berpangku tangan menunggu uang dari mantan suaminya yang tak lain nafkah untuk anak-anaknya.
Ibu sendiri menjalankan toko emas warisan keluarganya yang masih di kelola hingga saat ini di dekat pasar Johar semarang kota. Sedangkan bang Dika sekarang bekerja sebagai kepala apoteker di rumah sakit. membantu biaya kuliah adik-adiknya untuk meringankan beban Mama tercinta.
"Adek... Ayok cepetan abang udah kesiangan"
Pagi itu hanya di isi dengan aktivitas sederhana dari keluarga Ibu Dessry dengan anak-anaknya yang lucu meski tanpa sosok seorang Ayah. Tapi mereka ber empat sudah sangat bahagia dan saling menguatkan satu sama lain.
Bersambung.....
Haiii haii....!!! Selamat datang di cerita Dear Nathan sebuah kisah sederhana dari sosok pemuda yang wajahnya mengundang salah paham orang-orang dan perjalanan cinta nya yang Bertentangan dengan norma dan agama.
Mari kita rasakan, sedih, senang, tangis, tawa, dan hangat nya keluargaa ini.
Kenalan dulu yuk sama Kak Vivian Ariani Reksa.
Anak gadis kesayangan Ibu Dessry ini sering di panggil Kakak di rumah, hanya karena agar si bungsu terbiasa memanggilnya dengan embel-embel Kakak bukan hanya namanya saja.
Meski dia sering berantem sama Nathan, tapi percaya deh dia itu yang paling sayang sama adiknya. Kalau lagi di luar nongkrong sama bestie-bestie nya dia selalu inget Nathan buat bawain dia jajan karena bocil satu itu suka banget sama yang namanya kue.
Tapi ya itu, dirumah dia selalu di panggil kunti sama adeknya yang sableng.
Bang Dika/ Andika Arya Reksa.
Dia ini tipe kakak yang ngemong banget, stok sabarnya nggak pernah abis buat melerai adiknya yang hobby berantem karena hal sepele. Sampe piring aja bisa buat bahan berantem Nathan sama Vivian. ajaib kan?
Bang Dika jugalah yang jadi tempat Mama berkeluh kesah atau sekedar cerita karena dia paling dewasa dan bisa memahami keaadaan.
Pokoknya si paling sayang sama keluarga.
*****