*** "Senangnya hati bila tengok kalian berdua ni. Mesra sangat. Tak lama lah dapat baby tu." Datuk Razif sangat antusias melihat Raihan dan Adriana yang berencana makan malam bersama di luar. Sebenarnya bukan rencana awal mereka. Adriana mengajak Raihan ikut keluar bersamanya agar Datuk Razif tidak curiga kepada mereka. Tidak ingin kakek suaminya memberikan kesan buruk padanya. "Yelah, Atuk. Saya nak buktikan usaha tuk dapatkan baby tu." Raihan tidak terlalu nyaman membahas bayi. Namun, apa daya, ia hanya bisa mengikuti alur pembicaraan kakeknya. Dia akan terus berbohong sampai kebohongan itu membongkar kedoknya sendiri. "Baiklah, Atuk. Aku dan Raihan pamit dulu." Adriana tidak mau berlama-lama. Jadi, ia mencium tangan Datuk Razif sebagai tanda hormatnya. Begitu pun dengan Raihan.

