*** "Kita baru saja berciuman." Adriana mencoba mengingat kembali penyatuan bibir antara dirinya dan Raihan. Insiden itu sangat buruk. Itu mungkin penyatuan bibir yang terburuk di dunia. Mobil terus melaju, dan dua insan itu berusaha memahami situasi mereka sebelumnya. "Saya paham. Takde rase kan? Maybe kitorang repeat adegan tadi tu supaya dapat feel ciuman tu." Raihan tidak ingin larut dalam suasana serius. Jadi, ia berusaha mencairkan suasana dengan gurauan yang tidak lucu. Penyatuan bibir mereka tidak genap dua detik. Hanya satu detik, dan rasanya seperti dua jam. Entahlah, karena Adriana terus mengingatnya selama menuju restoran di mana Alessandra dan Rafael menunggu mereka. "Enak saja! Kita tidak akan mengulangnya. Mungkin tidak akan pernah," tegas Adriana. Matanya memelot

