*** Raihan membawa istrinya pulang. Pria itu berharap, bahwa kakeknya sudah tidur agar tidak melihat bagaimana Adriana mabuk malam ini. Itu akan menjadi citra buruk bagi wanita itu. Selama perjalanan pulang, Adriana linglung. Dia banyak mengatakan kalimat kosong. Keberuntungan berpihak pada Raihan. Saat ia pulang, kakeknya sepertinya sudah tidur. Karena tidak mau ada keributan, Raihan menggendong istrinya masuk kamar. Adriana terlalu mabuk, sampai memberontak pun ia tak bisa. Saat Raihan menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, Adriana memegang tangan lelaki itu. Raihan sangat terkejut dengan tindakan istrinya itu. Dia bisa saja menghempaskan tangan itu. Namun, tak ia lakukan. "Mengapa kau sangat perhatian padaku?" Adriana bertanya dengan suara linglung. Tidak ada tenaga di dal

