*** Setelah Raihan merasa lebih baik. Dia memilih untuk segera keluar dari rumah sakit. Adriana tetap setia membantunya meskipun keduanya belum bisa saling menyukai, masih belum terbiasa akan keadaan yang selalu membuat mereka bersama. "Apa aku harus membantu Mas Raihan berjalan?" tanya Adriana. Raihan agak kesulitan berjalan. Bukan masalah yang serius, hanya ada sedikit nyeri di kakinya. Adriana cukup mengiba melihat betapa susah pria itu melangkahkan kaki. Jadi, ia menawarkan sebuah pertolongan. "Takpe. Saya bisa sendiri." Raihan memperbaiki tongkatnya kemudian berusaha melangkah. Adriana tidak bisa konsentrasi. Dia terus saja mengawasi suaminya dari belakang, dan itu membuat Raihan tidak nyaman. Adriana terlalu memperhatikannya. "Saya pikir awak bisa bantu saya. Saya sikit kesu

