*** "What!? Satu miliar tu uang banyak, Adriana!" seru Raihan. Seolah mimpi buruk bagi Raihan. Pria itu menatap istrinya penuh tanya. Lalu, ia mengalihkan pandangan ke arah luar jendela. Maklum saja, Raihan adalah pria sederhana. Uang satu miliar untuk satu perhiasan sangat berlebihan. Entah bagaimana wanita menyukai benda seperti itu. "Jadi. Apa Mas Raihan bersedia membayar biaya untuk membeli kalung ekslusif itu?" Kali ini, Adriana masih berakting ingin memiliki kalung tersebut. Ada sedikit perasaan bersalah, karena Raihan baru saja keluar dari rumah sakit, dan ia sudah membuatnya marah. Raihan tampak berpikir keras. Lalu Adriana menambahkan kata-katanya, "Kalung ekslusif dari Chanel." Merek itu memang bagus. Semua orang kaya berlomba-lomba mengoleksi merek asal Prancis itu. "S

