Alana mengetuk pintu sebuah rumah yang tertera di alamat. "permisi" ucap Alana. Dari dalam tampak seorang membukakan pintuk untuk Alana. dan betapa kagetnya Alana melihat sosok yang membuka pintu itu, sosok tinggi kurus dan berkepala botak. Alana tidak mengatakan sepatah katapun, ia langsung beranjak memeluk Omar dan menangis tanpa henti di pelukan Omar. "Alana" ucap Omar kaget Alana mengusap kepala Omar yang sangat halus Alana menepuk nepuk d**a Omar kesal. "dasar bodoh! d***u! " ucap Alana "kamu jauh jauh datang hanya untuk ngatain aku?" Omar menangapi dengan nada bercanda "masuk-masuk, Ann." Omar mempersilakan kedua tamunya masuk ke rumahnya, tampak lebih rapih dari studionya, tak ada bau rokok dan baju yang selampiran. Tidak ada bunga kering, tidak ada gelas kopi berserakan.

