49. | Chindai Hilang?

1091 Words

Hendak menghindari Bagas sejak obrolan via gawai semalam, Chindai menelan asa karena Fattah menariknya paksa ke ruang rapat khusus ekstrakurikuler musik untuk menerangkan siapa saja anggota yang mengikuti putra-putri sekolah. Selain itu, atas suruhan Rio, Fattah konstan membujuk. Gugup Chindai menjadi-jadi kala netranya menangkap seringai Bagas yang lama-lama begitu mengesalkan. Ia mendengkus, lalu berpaling sejenak ke arah ketua umum yang lebih berkuasa. “Tah, harus banget gue, ya. Lo, kan, ketuanya.” “Aneh lo, Cendol. Jelas kewajiban lo sebagai sekretaris,” ujar Fattah tegas. “Dah, giliran lo ngomong, nih.” Sekali lagi Chindai mengembuskan napas, bersiap layaknya tugas yang dimaksud Fattah. “Halo, teman-teman dan kakak-kakak semuanya!” “Halo, Chindai!” Halo, Inai! Tanpa Chindai ket

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD