bagian 3 (flashback kegagalan pernikahan Kayla)

1389 Words
Kayla datang ke suatu makam, matanya mulai berkaca-kaca, perempuan itu berjongkok, dan meletakkan bunga pada kuburan itu. Setiap kali ia datang ke makam itu, ia akan teringat tentang masalalunya yang menyakitkan. Flashback on Hari bahagia telah tiba, tangis haru, dan deg-degan seakan menjadi pelengkap. Gaun pengantin berwarna putih membalut tubuh indah Kayla, sangat cantik bak putri kerajaan. Sebentar lagi, ijab qobul akan dimulai, gadis itu merasa gugup, dan terus memanjatkan doa kepada Tuhan agar semua berjalan lancar. Kali ini Fauzan menjadi wali Kayla. Meskipun Kayla tahu, jika Fauzan bukan ayah kandungnya, tapi ia ingin mencoba berusaha menerima, dan berhubungan baik dengan ayah sambungnya itu. Fauzanpun begitu, laki-laki paruh baya itu sudah menganggap Kayla seperti anaknya sendiri. Hana, dan Jessie datang menghampiri Kayla yang sejak tadi gugup sambil berkaca.  Mereka semua sudah berdamai dengan masalalu, Jessie sudah berubah menjadi lebih baik, dan sudah melupakan Glen, saat ini ia menyandang  sebagai istri Rafi, ayah dari Dippo anak Jessie. “Udah dong, aunty.  Semua akan baik-baik saja,” kata Jessie yang sedang mengendong Dippo bayi berusia lima bulan itu. “Gue deg-degan banget sumpah,” ujar Kayla sambil memegang dadanya. “Semua calon penganti pasti begitu, ya gugup, keringat dingin. Tapi, nanti pas selesai ijab qobul lu bakal bernapas lega-seleganya. Lu bakal jadi perempuan paling bahagia di Dunia,” kata Hana, dan Jessie setuju. “Betul banget, Kay. Berdoa aja semoga semua berjalan dengan lancar,” timpal Jessie. Fauzan datang ke kamar Kayla, dan mengisyaratkan bahwa sebentar lagi acara akan dimulai. Kayla menghela napas, seolah menenangkan dirinya sendiri. Ia berdiri, kemudian menatap foto sang ibu. “Ma, aku nikah hari ini. Semoga mama merestui aku sama Alfa, ya? Jujur sih sedih, karena di hari bahagiaku mama gak ada di sini. Tapi, untungnya ada papa Fauzan yang mau jadi wali aku. Doakan aku ya, semoga aku bahagia, dan aku juga akan mendoakan mama, semoga mama tenang di sana,” batin Kayla sebelum akhirnya keluar dari kamarnya. Alfa melihat calon istrinya, ia sangat terpesona sekaligus terharu karena kecantikan Kayla. Hana, dan Jessie menuntun Kayla untuk duduk di samping Alfa. Dua calon pengantin itu saling menatap, dan tersenyum. Penghulu sudah mulai mengulurkan tangan, agar Alfa menjabat tangannya. Jantung Alfa berdegub kencang.  Berharap semoga semuanya baik-baik saja. Ketika Penghulu mengucap ijab qobul, tiba-tiba seseorang datang, dan berniat untuk menghancurkan pernikaha Alfa, dan Kayla. “Om Waluyo,” lirih Kayla, hatinya berubah menjadi campur aduk. Ia berdoa, semoga Waluyo tak macam-macam. “Pernikahan ini gak boleh terjadi!” ujar Waluyo dengan  nada emosi. Semua orang terkejut, begitu juga dengan Alfa, laki-laki itu langsung berdiri dan menghampiri Waluyo, pamannya itu. “Maksud om apa? Kenapa aku gak boleh menikah sama Kayla?” tanya Alfa bingung. Waluyo menatap Kayla, sedangkan gadis itu menggelengkan kepalanya seolah mengisyaratkan agar Waluyo tidak berbuat nekat.   “Jangan dulu Ya Allah. Jangan sekarang,” batin Kayla. “Kamu ini apa-apaan sih? Beraninya mengacau di acara pernikahan ponakan kamu,” ujar Ibu Alfa. “Mbak tenang dulu! setelah ini mbak pasti bakal berterimakasih sama aku. Karena aku bakal bongkar siapa Kayla sebenarnya,” kata Waluyo. “Cukup! Jangan kaya gini, om. Jangan ngerusak kebahagiaan aku,” ujar Kayla emosi, air matanya sudah membanjir deras di pipi. Alfa menatap Kayla, pemuda itu terkejut. “Kamu kenal om aku?” tanya Alfa, Kayla hanya diam sambil menangis sesegukan. “Jawab aku!” tekan Alfa, namun Kayla masih saja diam. “Kalau Kayla gak mau jawaba, saya yang bakal bongkar semuanya,” kata Waluylo dengann suara lantang. Kayla terduduk lemas, rasanya seperti mimpi. Ia sudah pasrah dengan semuanya. “Sebenarnya Kayla ini mantan p*****r,” kata Waluyo mengejutkan semua orang, tapi tidak dengan Alfa, Alvin, Hana, Jessie, karena mereka semua sudah tahu. “Gue udah tahu, Om. Gue udah nerima Kayla apa adanya,” jawab Alfa sambil tersenyum kecut. “Rahasia sebesar ini, kamu gak cerita sama Mama, Fa?” kata Ibu Alfa sambil menampar putranya itu, karena baru tahu jika calon mantunya itu adalah mantan perempuan tak baik. Kayla merangkak menghampiri Ibu Alfa, berusaha sekuat tenaga untuk meminta maaf. “Ma, Kayla minta maaf. Tapi semua udah masalalu. Kayla melakukan ini juga untuk memenuhi kebutuhan Kayla, mama tau sendiri, kan? Kayla yatim piatu,” kata Kayla memohon, sambil menangis. Alfa yang melihat Kayla bersujud pada Ibunya berniat untuk menyuruh Kayla berdiri, namun …. “Bukan itu saja!” kata Waluyo. Sepontan membuat Alfa menatap ke Waluyo lagi. “CUKUP, OM! JANGAN MENGACAU LAGI, LEBIH BAIK SEKARANG LU PERGI DARI SINI!” kata Alfa emosi. “lu masih mau nikah sama perempuan murahan itu? Masih yakin sama dia? Setelah tahu ini,” ujar Waluyo sambil menunjukkan gawainya, yang berisi foto bugilnya dengan Kayla. Alfa terkejut bukan main. Air matanya menetes, hatinya sangat sakit, bagai tersayat benda tajam. “Ini pasti gak bener,” ujar Alfa. “Masih mau bukti? Nih gue kasih.” Waluyo memperlihatkan video mesranya dengan Kayla. Di dalam video itu Kayla, bergelayut manja di langan Walyo, sambil merayu ingin dibelikan sesuatu. Kayla langsung bangkit, dan memeluk Alfa. “Maafin aku, Fa. Aku beneran tulus sama kamu, maafin aku,” pinta Kayla sangat memohon. Namun, Alfa mendorong Kayla hingga gadis itu terjatuh. Kayla meringis, dan memegang perutnya yang terasa sakit, namun ia hiraukan demi mendapat maaf dari Alfa. “Aku sayang sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu. Kamu juga udah bilang, kalau mau menerima aku apa adanya,” ujar Kayla. Alfa berjongkok di depan Kayla, sambil memegang wajah gadis itu. “Gue emang mau menerima lu apa adanya, tapi bukan berate lu harus main sama Om gue,” ujar Alfa dengan nada membentak. “Awalnya aku juga gak tahu, kalau Waluyo itu om kamu,” jawab Kayla, tapi Alfa sama sekali tak member kesempatan untuknya menjelaskan, dan membela diri. “Mulai sekarang, jangan pernah ganggu gue, dan pernikahan ini batal! Ayo, Ma, kita pulang!” ujar Alfa kemudian menginggalkan Kayla.  Kayla berusaha mengejar Alfa meskipun perutnya terasa sangat sakit. Sambil tertatih, akhirnya ia bisa mencekal lengan Alfa. “Jangan gini! Aku gak mau kehilangan kamu,” Kayla masih terus memohon, tapi Alfa menepis tangan Kayla. “Lepasin! Gue gak sudi di sentuh sama lu.” Ketika ingin mengejar Alfa lagi, Kayla menjerit kesakitan, darah sudah banjir di kakinya hingga berceceran ke lantai.  Alfa melihat itu, namun berusaha tak peduli, ia memilih untuk pergi, dan meninggalkan Kayla yang tergeletak di lantai, sambil merintih kesakitan. Gadis malang itu menangis, merasakan kesakitan, dan juga kecewa. Hana, Fauzan, Alvin, Jessie, Rafi, dan juga Mamah Jessie, menghampiri Kayla. “Ya Allah Kayla,” ujar Hana, semua orang cemas melihat Kayla banjir darah. Fauzan, dan Rafi langsung membopong Kayla untuk dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit. Dokter menjelaskan ke Fauzan, dan juga Istrinya bahwa Kayla mengalami keguguran. Berita itu sampai ke telinga Kayla. Semua orang yang mengetahui itu merasa prihatin, dan berusaha untuk menguatkan Kayla. Kayla menangis histeris, karena tahu ia telah kehilangan calon bayinya. Ia juga merasa sakit hati, karena Alfa yang sudah membunuh calon bayinya itu. Adaikan Kayla tahu jika dirinya hamil, maka ia akan lebih berhati-hati, dan akan menjaga calon buah hatinya dengan sepenuh hati. “Argh … gue benci. Gue benci Alfa,” Kayla menangis histeris seperti orang kerasukan. Sebagai seorang sahabat, Hana ikut turut merasakan sedih, ia berusaha menenangkan Kayla. “Sabar ya, Kay,” kata Hana sambil memeluk Kayla, gadis itu ikut menangis melihat kondisi Kayla yang memprihatinkan. Bayangkan saja sakitnya, sudah gagal menikah, lalu kehilangan calon bayi yang ia kandung, tentu  membuat dirinya sangat depresi. “Ikhlas, ya,” kata Hana lagi. namun, Kayla menggeleng, dan tambah menangis histeris. “Gue gak akan ikhlas. Gue gak mau, gue udah kehilangan semuanya, hiks.” Hana yang merasa kuwalahan akhirnya tak bisa lagi menangani Kayla, kini saatnya Fauzan maju. Dengan sikap kebapak-bapaknya. “Sabar, Nak. Semua yang terjadi  akan ada hikmahnya,” kata Fauzan. Kayla menggeleng. “Gimana aku bisa sabar? Hidupku hancur.” Selama dua tahun Kayla terpuruk, kejadian itu membuat dirinya mati rasa, dan merasa trauma. Pacaran lama itu hanya membuang-buang waktu, dan yang lama tak menjamin bisa bersama, itu yang dipikirkan Kayla saat ini.   Flashback off   “Semoga kamu tenang di sana, dan jaga Omamu ya, Nak. Meskipun mama belum tahu apa jenis kelamin kamu, dan juga belum pernah nyentuh kamu, tapi mama sangat sayang kamu,” ujar Kayla sambil mengusap air matanya, kemudian berdiri, dan memakai kacamata hitamnya, dan pergi   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD