22

1037 Words

Semalam Aska tidak bisa tidur setelah bermimpi buruk, istrinya menangis sedih saat melihat Aska menyiksa Ana. Dalam tatapan istrinya seperti berkata jangan siksa Ana. Entah kenapa setiap melihat Ana ia seperti melihat istrinya, wajah mereka sangatlah mirip seperti pinang di belah dua. Sedangkan Aska tau sendiri kalau Nandira itu anak tunggal dari ibu Lina dan Nandira tidak memiliki ayah. Pagi masih buta, embun dari kabut membasahi dinding kaca rumahnya, terlihat buram. Aska masuk ke kamar di mana Ana semalam di tinggalkan. Mangkuk sup masih utuh, s**u dalam gelas tidak berkurang sedikitpun. Wajah Ana mengerikan, sangat pucat seperti mayat hidup. Aska mendekat, mengecek suhu tubuh Ana ternyata malah semakin tinggi. Hatinya seperti terhantam batu besar, bayangan Nandira kembali di wajah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD