23

1259 Words

" Hen..." ingin lari saja Aska dari sana. Seandainya pun ia lari, mampu kah ia sebagai seorang pria sejati lari dari kenyataan. Jadilah laki laki tanggung jawab Asia, begitu lah pesan dari sang ibu dulu sebelum meninggal. Kedua kakak beradik itu berjalan semakin mendekat. Bug... Belum apa apa Hardin sudah gatal meninju pria yang berstatus sebagai adik iparnya itu. Aska malah berfikir bahwa mereka sudah tau tentang musibah ini. Dengan jantannya Aska berlutut di depan Hendrik, " maafkan aku Hen, aku tidak tau kalau berakhir seperti ini." ucap Aska penuh penyesalan Hendrik seakan menangkap hal yang buruk terjadi pada Ana dan calon bayinya. " apa yang kamu lakukan pada Ana dan calon bayiku." Hendrik mencegkram kaos yang di pakai Aska " Aku tidak bisa menyelamatkan anakmu." Bug.. Bug.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD