Aska matung di depan pintu mendengar sepotong ungkapan hati Ana baru saja dengan kakaknya. Tidak ada artinya aku di mata Ana Batin Aska Rasa kecewa dalam hati Hendrik, bukan hanya kecewa sakit hati lebih tepatnya. " tapi kakak masih mencintaimu An." " tidak.. kakak tidak mencintai Ana, kakak hanya terobsesi pada Ana yang tumbuh remaja saat itu karena semakin Ana tumbuh dewasa, Ana semakin mirip dengan istri kak Aska yang sudah meninggal." Deg... Bagaimana Ana bisa tau " Tidak perlu kakak menjelaskan apa apa pada Ana karena Ana sudah tau jauh jauh hari sebelum menikah dengan kak Aska. Jadi Ana minta tolong dengan sangat kak, hilangkan rasa obsesi kakak itu. Ini Ana bukan mantan kakak yang telah memilih Kak Aska sebagai suaminya." " biarkan ini semua menjadi rahasia aib bagi keluarga

