Membuat Perjanjian

1436 Words

“Kamu istriku, tapi hatimu miliknya. Sudahlah, kita coba cara ini. Mungkin nanti kamu benar-benar lebih membutuhkan dia dari pada aku.” Dewi menatap lurus ke depan dengan mata yang sudah mengembun. Tidak menolak, tidak juga mengiyakan. Perjalanan berakhir tanpa ada percakapan sampai mobil yang dikemudikan Jono memasuki galeri. Keduanya turun, masing-masing berjalan tanpa kompromi memasuki lobi. Secara kebetulan, Arnold ada di tempat itu, sedang berbincang dengan karyawannya. Arnold berdiri sambil bersandar pada sebuah tiang penyangga, mengenakan kemeja hitam dan jeans hitam. Terlihat tampan sekali. Ia berbincang sambil sesekali tertawa menanggapi lawan bicaranya. Dalam hati Arjun memuji, “Pantas saja Dewi jatuh cinta. Dari casing saja sudah tampan begitu.” Arjun tersenyum, miris. Mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD