Dewi dan Kebingungannya

1787 Words

POV Dewi **** Aku malu dengan keadaanku, lusuh, kumal dan bau. Setidaknya lebih dari tiga kali di setiap harinya selama satu bulan ini, aku mendapat olok-olokan yang sama, dari orang yang sama pula. Lebih menyakitkan lagi,kata-kata itu keluar dari mulut laki-laki yang berjuluk suami. Aku juga tidak mau seperti ini, disepelekan dan dihina. Keadaanlah yang membuatku seperti begini. Datang dari kampung, tidak pernah sekalipun ke kota. Kalau begini, lebih enak tinggal di kampung. Lusuh dan bau pun tidak ada yang memarahi. Bahkan tidak mandi sekalipun tidak ada yang mau protes. Tapi kenyataannya, setelah kakek meninggalkan seluruh kehidupanku berubah seratus persen. Aku diadopsi dan dinikahkan dengan cucu sahabat kakek, lalu diboyong ke untuk tinggal bersama mereka di kota. Sebenarnya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD