Uli tak lagi memperdulikan hujan deras yang turun membasahi bumi. Ia tetap membawa gerobaknya pulang, seraya menikmati tetesan hujan yang telah membuat tubuhnya basah kuyup. "Kenapa tidak berteduh dulu baru pulang? Lihatlah, basah kuyup begini." Sadikin yang sama-sama baru pulang dengan Uli, menegur sang putri yang pulang dalam keadaan tidak baik. Putrinya itu tampak sedang ditimpa masalah yang amat besar saat ini. Buktinya, Uli tiba-tiba saja memeluknya. Hal yang tidak pernah dilakukan selama Ia hidup. "Aku mencintai dia, Ayah. Tapi cinta itu berdiri di atas pengkhianatan." Uli mulai terisak. Menangis, mengeluarkan segala beban dan sesak yang telah menumpuk di dalam hatinya. Semenjak pembicaraan serius dengan Birawa kemarin. "Kau mandilah. Biar Ayah yang membawa rumput ke kandang k

