Seruan Baru

1383 Words

Uli nyaris saja tak mampu lagi menghirup udara untuk mengisi paru-parunya. Dikala Birawa terus saja mengoleskan ramuan berbentuk cairan hijau itu. Tapi, saat ia berpindah tempat ke atas pangkuan Birawa, semuanya terasa lebih baik. Seraya menyentuhnya dengan lembut di titik tertentu, Birawa seakan menyamarkan rasa sakit dan nikmat hingga terpadu menjadi satu. Sehingga Uli tak lagi fokus pada rasa sakit dari luka goresan yang memenuhi punggung dan lengannya. Ia lebih tertarik dengan rasa nikmat yang menjalar di seluruh tubuh, karena sapuan hangat lidah Birawa yang sesekali berganti sesapan kecil hingga dalam di kedua ujung gunung kembar miliknya. "Tidurlah," ucap Birawa seraya menuntun Uli untuk berbaring. Akhirnya, seluruh luka selesai diobati. Uli juga tak lagi merasakan sakit pada beka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD