Uli memeluk dirinya sendiri. Berdiri di belakang rumah, menatap lurus ke arah hutan tempat di mana Birawa tinggal. Hatinya sungguh gelisah malam ini. Setelah mengetahui mutiara yang dimaksud sama. Itu artinya sang ibu telah berhasil mengalahkan Varong. Semakin membuatnya merasa bersalah, atas semua kegagalan yang telah terjadi. Uli menghela nafas panjang. Menyerahkan ini semua kepada takdir dan memilih menenangkan diri. Istirahat di kamar agar bisa menghindari bertemu dengan sang ibu. Jujur saja, Uli belum mau menerima kenyataan siapa sosok ibu kandungnya sendiri. Namun, saat Uli berbalik, sang ayah sudah berdiri di belakangnya.. Menatap tajam, seakan ingin menguliti Uli hidup-hidup. Hingga tangan sang ayah terangkat dan mendarat di pipinya. "A-ayah …." Uli tergugu. Mengusap pipin

