Varong terhempas. Nyaris masuk ke dalam kawah gunung berapi. Nafasnya tersengal, lelah menghadapi Lisni, tapi tak satupun serangan darinya yang mengenainya. Bahkan Varong telah menggunakan keris naga sakti yang ada di tangannya. Tapi, semuanya hanya sia-sia saja. Dalam satu kaki kibasan tangan Lisni, keris tersebut hancur berkeping-keping. Giok dan kalung sakti pun telah terpakai, tapi tak ada satupun yang mampu membalas serangan Lisni. Varong tak berdaya. Semua tenaganya telah terkikis habis karena serangan balasan yang dilakukan Lisni. "Berhenti atau kau mati di tanganku!" sergah Lisni, seraya mengarahkan tangannya kepada Varong. Siap menggenggam erat leher pemuda itu, hingga tercabut dari tubuhnya. Varong menggeleng. Masih berusaha melawan meskipun tidak memungkinkan baginya unt

