SEMBILAN BELAS

3418 Words

"Nggak pa-pa. Manusia memang kudu ngerasain sakit dan patah. Biar nggak sombong hidupnya. Dan, sekarang lo maunya gimana? Berjuang buat Ongka atau kembali berpetualang?" Aku cuma geleng kepala, bingung jawab pertanyaan Sarah. Setelah Ongka benar-benar menghilang tadi, aku beneran nggak bisa gerakin badan. Semuanya kayak mati rasa. Nggak ada yang berfungsi. Akhirnya aku cuma diam di kursi itu, entah sampai berapa lama. Berharap, Ongka keluar lagi dari ruangannya dan seenggaknya dia ngerasa risih atau kasihan buat sapa aku. Namun, nggak terjadi. Itu cuma sekadar bentuk imaji dari otakku yang mungkin memang kehilangan sisi realitisnya. Hingga setelah berhasil melangkahkan kaki, yang bisa aku tuju cuma Sarah. Dia lagi ngobrol sama Aji, dan begitu lihat aku, Aji senyum tipis, terus pamitan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD