THIRTY THREE

1832 Words

Pelukan itu begitu nyaman, Aira bahkan berusaha agar degup jantungnya kembali ke ritme yang normal. Bahkan wajah mereka sangat dekat dan tubuh mereka sudah tidak ada jarak lagi. “Ra, aku boleh tanya?” tanya Wafda kemudian setelah mereka menatap satu sama lainnya. “Ya, kenapa Ka?” tanya Aira yang berbicara sesopan mungkin dan masih mengatur ritme jantungnya. “Aku mau nanya secara pribadi tapi. Boleh?” “Iya ga apa-apa. Tanya aja. Lagian juga kamukan orang dekat, Ka. Kenapa harus sungkan?” Kata Aira tersenyum manis. “Kenapa sih kamu mau jadian sama Lando?” tanya Wafda dengan nada sedikit tidak enak dan berharap mendapat jawaban yang dapat melegakan hatinya. “Ehmmm … dulu awalnya, aku rasa ga mungkin jadian sama dia. Palingan dia ngedeketin juga cuma karna nganggep satu almamater aja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD