"Anulika, ayo makan!" ajak Kinanti, tangannya memegang sepiring penuh nasi lengkap dengan lauk pauknya. "Ibu hamil harus banyak makan, agar anak di dalam perutnya sehat." lanjutnya memujuk Anulika yang tertidur tengkurap di atas kasur dengan memeluk boneka teddy bear. nulika bergeming, menikmati tangan lembut Kinanti, menyusuri rambut hitamnya yang lebat.Wanita itu tersenyum melihat gelagat putrinya yang manja. Semakin hari Anulika terlihat semakin manja, sering merajuk dan tidak mau makan, ternyata disebabkan kehamilannya. Sebagai seorng ibu, Kinanti tidak peka melihat perubahan anaknya yang sangat kentara. Kamu bilang, menginginkan anak ini, tapi kalau kamu enggan makan, bagaimana dia bisa bertahan di dalam perut kecilmu," rayu Kinanti. Namun, gadis remaja itu tetap tidak memperduli

