Tubuh Ashraf limbung, ia terduduk di kursi rias berbentuk sepatu milik Livia, tiba-tiba saja pandangannya menjadi buram. Selembar kertas terbungkus amplop putih yang bertuliskan Rumah Sakit Kasih Bunda telah membuat hatinya porak-poranda. Sungguh pintar Livia menyembunyikan penyakitnya, menutupi semua dari ashraf yang tak pernah menduga bahwa nyawa istrinya hanya tinggal hitungan bulan. Bodohnya Ashraf tak pernah mencurigai perubahan yang terjadi pada tubuh Livia, yang ada di pikirannya, wanita itu dalam keadaan sehat, hanya imun tubuhnya saja yang lemah. menjadikan istrinya sering sakit dan membutuhkan istirahat lebih. tidak pernah diduganya, jika Livia sedang menderita penyakit yang sangat berat dan sudah mencapai stadium akhir. Pria itu merobek kertas tersebut menjadi sobekan kecil,

