Rasa cinta itu Sudah hadir.

1760 Words

Anulika dan Asha berjalan beriringan menyusuri trotoar tanpa mempedulikan keringat yang membanjiri wajah mulus mereka, hanya Asha yang sedikit risih menjadi pusat perhatian karena masih mengenakan seragam sekolah. “Ketahuan, deh bolosnya, “ keluh Asha dengan senyum getir. “Tumben punya rasa malu, padahal udah biasa bolos,” ledek Anulika, Anulika melepaskan hoodie yang ia pakai dan menyerahkannya pada Asha, memperlihatkan perutnya yang mulai membuncit di balik baju kaos putih yang ia pakai di bawah tatap mata orang banyak. Asha tersenyum gembira, menerima hoodie yang dberikan Anulika padanya. “Memang sahabat terbaik,"ujarnya menjawil dagu Anulika, tetapi kemudian berubah mendung. “Perutmu?” tanya Asha penuh arti. Ia mengkhawatirkan perasaan anulika, mungkin saja merasa tidak nyama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD