Langkah Ashraf tergesa menyusuri lorong rumah sakit, menuju tempat istrinya di rawat. Ia mencemaskan keadaan Livia yang selalu mengeluhkan lemas dan sakit. Seharusnya ia tidak menahan Anulika terlalu lama, agar gadis remaja itu dapat menemani Livia. Di kamar rawat inap, Livia dan Alika masih bercerita tentang rasa cemburu dan ketakutannya akan kehilangan cinta Ashraf. Dirinya terbiasa menjadi yang pertama dan utama merasa tersaingi dengan kehadiran Anulika dan sekarang ia menggunakan trik bodoh agar suaminya kembali. “Sayang, bagaimana keadaanmu? Bagian mana yang sakit?” tanya Ashraf, begitu dirinya masuk ke dalam kamar tempat Livia dirawat. Kedatangan Ashraf menghentikan pembicaraan kedua wanita itu, mereka tidak ingin Ashraf mendengar apa yang mereka bicarakan, sebisa mungkin menutu

