"Kenapa harus tinggal disini segala sih. Kalau bukan karena kalung itu aku tidak akan mau tinggal disini,"
Beberapa jam yang lalu nayla baru saja pindah tinggal di apartment. Samudra meminta nya agar pindah di apartment agar lebih mudah menyuruhnya. Mereka tidak tinggal satu apartment melainkan bersebelahan.
Nayla harus rela tidurnya diusik dengan suara ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi. Karena masih merasa mengantuk dia menutup kedua telinganya dengan bantal.
Selesai dengan ponselnya yang sudah berhenti berbunyi, kini giliran pintu apartment nya yang terus diketok.
"Hais ada apasih," nayla membangunkan dirinya kasar , melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 3 pagi. Siapa yang menggangu tidurnya di jam segini. dengan jalan gontai dia pun beranjak untuk membukakan pintu apartmentnya.
"YAK KENAPA LAMA SEKALI HAH !!DAN KENAPA TAK MENGANGKAT TLP KU,"
belum sempat nayla membuka suara dia sudah kena semprotan dari samudra, pelaku yang mengetuk pintu apartment nya secara brutal.
Saat ingin melanjutkan omelannya lagu, samudra meluhat sesuatu yang membuatnya diam di tempat dengan pandangan yang tak lepas dari sosok nayla.
Nayla yang sudah mengumpulkan semua nyawa nya pun mengerutkan keningnya bingung. tadi bos nya ini marah-?arah tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba diam?. Sedetik kemudian dia menyadari sesuatu. Matanya langsung melotot lebar.
"APA YANG KAMU LIHAT!" Pekiknya kemudian menutupi dadanya. Dasar bosoh dia lupa jika dia hanya memakai kaos oversize yang sangat tipis dengan celana pendek yang hampir tertutupi oleh bajunya. Ya memang ini lah fashion nya saat sedang tidur walaupun kadang dia juga memakai piyama.
Samudra yang melihat itupun tersenyum smirk "cih sekecil itu aku juga tidak nafsu. 5 menit aku tunggu di apartmentku atau kamu akan tau konsekuensi nya jika telat,"ucapnya kemudian kembali ke kamarnya.
"DASAR PRIA SOMBONG m***m NGESELIN!" teriak Nayla penuh emosi dan yang jelas masih bisa didengar oleh samudra.
,,,,
Lagi lagi nayla harus mengeluarkan sumpah serapahnya..tadi samudra menyuruhnya untuk bersiap 5 menit. Saat sampai di apartment pria itu dia hanya di suruh untuk membereskan apartment sekaligus memasak untuknya. Selain itu dia juga di suruh untuk menyiapkan keperluan syuting pria itu mengingat hari ini adalah hari pertama syuting solonya. Jadwal the seven dream sedang sedikit senggang jadi samudra bisa menerima tawaran FTV.
"Dia pikir dia siapa seenaknya menyuruhku? Dia membangunkanku jam 3 pagi hanya untuk ini? Dan sekarang dia malah enak enakan tidur.. Dasar pria sombong m***m ngeselin!"
"Sudah puas marah-marah nya?"
Nayla tersentak kaget saat tiba-tiba pria itu sudah berdiri dibelakangnya.
"Cepat bawa barang-barangku . kita berangkat sekarang," lanjutnya kemudian sambil berjalan menuju pintu.
"Tunggu..Sarapannya bagaimana?" tanya nayla pada pria yang menghentikan langkahnya di depan pintu itu.
"aku sarapan disan. cepat kita sudah terlambat,"
"Apa dia bilang ? Sarapan disana? Lalu untuk apa dia menyuruhku pagi pagi menyiapkan sarapan?. Dasar pria sombong nyebelin!"
,,,,
Nayla masih setia menunggu boss nya itu yang sedang syuting. Ralat, bukan setia lebih tepatnya terpaksa. Ini sudah melewati jam makan siang tapi pria itu belum juga selesai.
"Kenapa lama sekali. Aku lapar," gumam nya memegang perutnya yang lapar. tadi pagi dia sama sekali tidak sempat sarapan.
"Ini makanlah"
Nayla menatap kaget sosok pria yang baru saja menyodorkan makanan untuknya sambil tersenyum ramah.
"Makanlah kamu pasti lapar. Aku lihat kamu belum makan saja tadi,"
"Tisak usah," tolak nayla karena sungkan.
"Sudah terima saja. aku tidak menaruh racun di makanan ini kok,"
"Maaf bukan begitu maksut saya,"
"Haha tak apa aku hanya bercanda. Jadi kamu mau menerima nya atau tidak?"
Nayla akhirnya menerima makanan itu. "Terima kasih....
"Brian," sahut pria itu menyebalkan namanya.
"Terima kasih pak brian, maaf sudah merepotkan anda,"
"Tidak usah terlalu formal. Dan juga jangan memanggilku pak, aku tidak setia itu. Panggil kak saja,"
Nayla mengangguk "i-iya kak, terima kasih," ucap nayla membuat pria bernama brian itu tersenyum gemas.
"Siapa namamu?"
"Namaku nayla, kak,"
"Oke nayla kalau begitu aku pergi dulu ya . jangan lupa di makan , sampai jumpa lagi nay," brian mengacak rambut nayla sebelum melangkahkan kakinya pergi, membuat gadis itu diam ditempat karena perlakuannya.
"Apa dia tadi manusia? Aku rasa dia malaikat. Dia sangat tampan , senyumnya sangat menawan, baik hati dan juga ramah," gumamnya tidak bisa menahan senyumnya.
Namun seketika senyumnya luntur begitu mengingat seseorang "beda sekali dengan pria sombong itu,"
Selesai syuting, nayla menunggu samudra yang sedang berganti pakaian. Sambil menunggu gadis itu memilih bergabung dengan beberapa kru yang tampak nya sedang melihat hasil syuting hari ini.
"Dia sangat berbeda dengan aslinya. di ftv dia terlihat baik dan ramah tapi aslinya sangat berbanding terbalik. Dasar pandai sekali dia berakting," gumam nayla mengomentari akting samudra.
"itu tadi pujian atau hinaan ?"
Lagi dan lagi nayla dikejutka dengan pria yang sedang ia komentari itu muncul dibelakangnya. "Aish dia suka sekali datang tiba-tiba,"
"Jadi yang mana ?"
"Apanya ?"
"Lupakan. Cepat beresin barang barangku. 5 menit aku tunggu dimobil,"
"5 menit aku tunggu di mobil. memangnya tidak ada waktu selain 5 menit apa ? Dia suka sekali menyuruhku hanya dalam waktu 5 menit," sindirnya mengikuti ucapan samudra barusan.
,,,,
Malam nya samudra mengajak nayla ke sebuah restaurant mewah. Jangan berfikiran jika mereka akan dinner, haha itu mustahil . memang sih tujuan pria itu untuk dinner tapi hanya dirinya saja. Tidak dengan nayla, dia hanya bertugas menunggu dirinya saja itupun diluar restaurant. Benar benar tega.
Saat nayla menunggu di luar restaurant, dia tidak sengaja melihat sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di depan restaurant itu. Wanita yang turun dari mobil itu benar benar membuatnya sangat kagum. Wanita itu sangat cantik bahkan terlihat seperti bukan manusia.
Wanita itu berjalan masuk kedalam restaurant dan berhenti tepat di meja samudra lalu mencium singkap pipi pria itu.
"Astaga ada hubungan apa mereka? Jangam-jangan dia pacar pria sombong itu. Kalau benar kasihan wanita itu, dia sangat cantik tapi kekasih seperti pria sombong itu," gumam nayla tak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.
Saat sibuk memandang pria sombong itu dengan kekasihnya, nayla dikejutkan dengan kedatangan satpam yang menghampirinya. Satpam itu menanyakan tujuannya kenapa berdiri didepan restaurant, karena bingung harus menjawab apa akhirnya nayla hanya bilang jika dia asisten samudra. Kemudian satpam itu membawanya ke meja samudra untuk menanyakan kebenarannya.
"Maaf pak samudra, saya mengganggu,"
"Ada apa?"
"Saya ingin bertanya. Apa benar perempuan ini asisten anda ? Saya melihatnya sejak tadi sedang mengawasi anda,"
Samudra melirik nayla yang berdiri di belakang satpam itu "iya dia asistenku,"
"Ah baiklah kalau begitu. Silahkan dilanjutkan maaf mengganggu acara bapak,"
"Kamu ngapain?" tanya perempuan cantik yang nayla puji-puji tadi.
"Ah aku?"
"Kamu pikir siapa lagi ? Disini hanya ada kita bertiga,"
"Sana pergi !!" lanjutnya
"Ah maaf. Saya akan pergi , permisi,"
"Ckk ternyata sifatnya sama saja. Aku pikir dia wanita yang baik. Mereka sepasang kekasih yang cocok , sama sama sombong dan angkuh," gerutu nayla setelah meninggalkan tempat tadi.
,,,,
Keesokan harinya nayla sudah bersiap-siap lebih awal, dia tidak ingin telat dan di bangunkan oleh kemarahan pria sombong itu.
"Masih sepi? syukurlah aku tidak telat," gumam nya saat sudah berada didalam apartment samudra.
Sepertinya pria sombong itu belum bangun, nayla memutuskan untuk sedikit berkeliling di apartment itu. Matanya menangkap sebuah bingkai foto anak kecil yang membuatnya penasaran.
"Apa ini foto pria sombong itu saat masih kecil? Haha kenapa dia seperti perempuan di foto ini. Haha lihatlah dia hanya memakai handuk dan headband di kepalanya, sangat lucu" tanpa sadar nayla tertawa cukup keras.
"Sudah puas ketawanya?"
"Belum. Haha dia sangat lucu lihatlah dia seperti perempuan haha,"
"Siapa yang kamu bilang seperti perempuan?"
Tawa nayla seketika terhenti, dengan ragu dia menoleh kebelakang, sedetik kemudian dia berteriak sambil menutup matanya.
Samudra yang hanya menggunakan celana kolor tanpa baju itu hanya diam ditempatnya.
"Kenapa kamu tidak memakai bajumu?"
"Kenapa memangnya ?"
"Bagaimana bisa kamu hanya memakai celana pendek di depan perempuan? cepat gunakan bajumu!" teriak nayla dengan mata yang masih tertutup.
Tanpa menghiraukan ucapan nayla , samudra langsung pergi begitu saja masuk ke kamarnya.
,,,,
Tanpa terasa sudah 2 minggu nayla bekerja sebagai asisten samudra, itu artinya 2 minggu lagi dia akan bebas. Tugasnya hari ini adalah menemani pria itu promosi diacar musik mengingat beberapa hari yang lalu dia bersama group nya merilis lagu baru
"Kak kamu tahu sepatuku nggak? Sepatuku yang sebelah kiri nggak ada," rengek juna pada samudra yang sedang ditata rambutnya oleh stylist nya.
"Nggak tahu, kamu tanya yang lain saja,"
Juna kembali merengek sebelum akhirnya mencari member lain untuk menanyakan keberadaan sepatunya yang hilang.
"Ambilkan dasiku," perintah samudra pada nayla yang berdiri tidak jauh dari nya.
"Dimana?"
"Ya mana kutau. Cepat ambilkan,"
Nayla memutar bola matanya malas lalu segera pergi ke tempat dimana pakaian the seven dream disimpan.
"Yang mana dasi yang di maksut pria sombong itu? Disini bahkan ada banyak dasi," gumam nayla melihat dasi-dasi yang di gantung.
"Apa yang kamu maksud pria sombong itu aku?" tanya aditya yang kebetulan berada disana.
"Eh maaf kak bukan kakak yang aku maksud," ucap nayla dengan raut wajah takutnya.
"Kamu lucu haha padahal aku hanya bercanda. Aku tahu yang kamu maksut itu samudra kan?"
"Maaf kak,"
"Gapap. Samudr memang begitu orangnya, tapi aslinya dia baik kok. Oiya kamu dasi samudra ? Tuh yang warna merah hitam,"
"Iya kak, terima kasih," balas nayla segera mengambil dasi itu.
"5 menit lagi on air! Cepat ya," teriak salah satu staf membuat semua anggota the seven dream langsung sibuk dengan pakaian masing-masing.
Samudra yang tidak kalah sibuk pun meminta nayla untuk memasangkan dasinya namun nayla menolak dengan alasan dia bukan stylistnya.
"Kamu tidak lihat semua stylist sibuk? Lagi lupa kamu itu suruhanku. Cepat!,"
Dengan sedikit malas nayla beranjak menghampiri pria itu lalu memasangkan dasi untuknya. Badan samudra jauh lebih tinggi darinya membuatnya harus berjinjit.
Nayla yang sibuk memasangkan dasi membuat jarak antar keduanya sangat dekat. Samudra terdiam menatap wajah gadis itu yang sangat dekat, seketika bibir nya sedikit terangkat melihat betapa gemas nya pipi nayla yang sangat berisi.
"Ke-kenapa?" tanya nayla gugup karena merasa diperhatikan.
"Apa?"
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Cih pede sekali,"
Nayla terdiam saat samudra lebih mendekatkan wajahnya , takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan nayla pun menutup matanya.
"Ekhem... Sam cepat yang lain sudah duluan," ucap manager membuat samudra langsung memundurkan wajahnya.
"Ayo cepat !!"
"Iya,"
"Apa ini ? Kenapa dengan jantungku ? Kenapa tiba-tiba berdetak secepat ini?" batin nayla memengang dadanya.
"Apa yang ada di pikiranmu tadi sam!! Bisa bisa nya kamu mempunyai pikiran untuk mencium nya.! Buang jauh jauh pikiranmu itu" batin samudra yang kini sudah brada di backstage.
"Sam, ada apa?" tanya jimmy
"Ada apa apanya?"
"Di tanya malah balik nanya. Kamu kenapa dari tadi hanya diam?"
"Gapapa,"
"Dasar aneh!"
"Aku tidak aneh! Dasar pendek,"
"Aku juga tidak pendek,"
"Sstt kalian apa apaan sih. Sebentar lagi kita tampil jadi jangan bikin ulah !!" omel june selalu leader mereka.
,,,,
Nayla memainkan ponselnya bosan , sudah lebih dari 2 jam dia menunggu samudra yang sedang berpacaran dengan perempuan yang bernama claudia. Perempuan yang waktu itu sempat nayla puji karena kecantikannya.
"Sayang kamu aku antar pulang ya ? Ini usah malam, aku takut kamu sakit," ucap samudra sambil mengusap lembut pipi kekasihnya.
"Tapi aku masih ingin disini bersamamu,"
"Kan masih bisa lain kali. Ayo aku antar"
Melihat samudra dan claudia berjalan keluar , nayla pun segera beranjak berdiri.
Pria itu berhenti tepat di depan nayla "kamu pulang sendiri aku mau anterin claudia pulang,"
Sudah beberapa puluh menit sejak kepergian samudra, nayla masih berdiri di depan gedung star ent. dia bingung harus pulang ke apartment menaiki apa. Tas nya tertinggal di mobil samudra jadi dia tidak membawa uang sepeserpun.
"Masa aku tidur disini sih?. dasar pria sombong m***m s****n. Tega sekali dia menyuruhku pulang sendiri. Kalau tau begini kenapa tadi menyuruhku menunggunya .Dasar menyebalkan,"
Saat sibuk bergumam tidak jelas, nayla dikejutkan dengan adanya sebuah mobil yang berhenti tepat didepannya. Ternyata itu mobil aditya.
"Kamu ngapain masih disini ?"
"Aku ditinggal samudra" jawab nya dengan wajah sedih.
"Apa? Dasar bocah itu,"
"Dia bersama kekasihnya,"
Aditya menggeleng paham "Dia memang seperti itu kalau sdh bersama pacarnya. Yasudah ayo masuk, aku anterin pulang,"
Suasana di dalam mobil sangat hening , hanya ada suara musik yang sengaja diputar agar tidak terlalu bosan.
"Maaf, kak, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya nayla ragu.
"Apa mereka sudah lama berpacaran?" lanjutnya hati-hati takut jika aditya marah karena dirinya terlalu ingin tahu.
"Sekitar 3 tahun,"
Nayla mengangguk "pantas saja,"
"Kenapa ?"
"Tidak. Mereka sudah lama berpacaran pantas saja samudra terlihat sangat menyukainya,"
Aditya terkekeh "Claudia iti sangat manja. tapi itulah yang membuat dia sangat mencintainya,"
"Ngomong-ngomong sepertinya kakak sangat mengenal kak claudia,"
"Hahaha iyalah kita kan sepupuan," jawab aditya cukup membuat nayla terkejut.
,,,,
Sekitar pukul 1 dini hari samudra baru kembali ke apartment nya. Saat sampai, dia melihat nayla yang tidur dengan posisi duduok didepan pintu apartment nya.
Bukan tanpa alasan nayla tertidur disana. Tas nya tertinggal di mobil samudr dan kartu akses apartment nya ada di dalam tas itu jadilah dia terpaksa menunggu samudra pulang.
Samudra duduk memposisikan tubuhnya sejajar dengan gadis itu , dapat dia lihat wajah teduh sang gadis saat tertidur. Seketika sudut bibir nya terangkat menyimpulkan senyuman, tangan nya menyentuh pelan pipi gadis itu.
"Cantik," gumamnya tanpa sadar.
"Kenapa setiap berdekatan dengannya jantungku berdetak secepat ini" batin samudra memegang dadanya sendiri.